Not-vegan-friendly Pizza (Without Oven)

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Jadi, sudah beberapa hari ini, halaman Facebook saya dihiasi oleh resep pizza (yang datangnya dari murabbiah saya sewaktu di Aceh dulu). Saya kagum melihat pizza buatan beliau yang bener-bener mirip dengan buatan salah satu restoran cepat saji yang terkenal soal pipizzaan (apa coba ini bahasanya, wkwk).

Mungkin saya ketularan semangat beliau yang kayanya bahagia banget dengan pizza buatannya, maka saya pun jadi kepingin membuat pizza juga. Saya pun sudah men-set-up apa-apa saja yang dibutuhkan. Resep, peralatan, dan lain sebagainya.

Ah iya, awalnya, karena saya sedang strict banget terhadap diri saya sendiri (saya bertekad kepada diri saya, saya nggak boleh jajan. Saya harus makan proper food), saya berencana membuat pizza yang vegan friendly dan glutten free. Tapi, berhubung bahan penggantinya susah didapatkan, dan saya takut zonk, maka saya mencoba resep pizza yang lumrahnya saja dulu.

Saya melakukan dua kali percobaan. Percobaan pertama: tidak gagal, namun tidak juga begitu sakses. Pizza-nya masih agak bantet, itu saja masalahnya. Tapi, Alhamdulillaah, percobaan kedua sepertinya lebih baik. Karena saya melihat kedua orang teman yang saya jadikan korban untuk mencicipi pizza buatan saya, nampak lebih lahap dari sebelumnya (pada pizza hasil percobaan pertama). Hehe.

Baiklah, saya rasa ini investasi masa depan. Ketika saya pulang ke rumah, saya ingin membuatkan adik saya, Ainal, pizza. Karena, she loves pizza. Dan untuk anak-anak saya kelak, supaya tidak jajan di luar, karena tingkat pizza juga bisa dibuat di rumah. Maka, saya memutuskan untuk mengabadikan momen dan resep pizza ini. Siapa tahu, resep ini bisa jadi bahan eksperimen saya untuk menemukan resep pizza yang vegan friendly. 
Biar tidak bingung, saya tuliskan apa saja yang perlu ada / dibeli, lengkap dengan estimasi harganya:

  1. Tepung terigu 1 kg. Berdasarkan pengalaman orang, maka saya memutuskan membeli tepung terigu Segitiga Biru. Yang dipakai nanti nggak sampai 1 kilo kok, hehe. Estimasi harga untuk tepung 1 kilo adalah Rp 11.000,-
  2. Ragi instan. Saya tuh sanksi sebenarnya, karena merk dari ragi instan yang saya beli, belum ada Halalnya. Tapi karena kepengen banget buat dan di tempat saya belanja nggak ada option ragi instan dari merk lain, maka saya dengan berat hati membeli ragi instan dengan merk itu (maafkan hamba-Mu ini yaa Allaah), inisial merknya F, seharga Rp 4.500,-/bungkus 11 gram.
  3. Gula pasir. Yang diperlukan nggak banyak kok, beli 1 ons saja kayanya udah cukup. Dan, saya nggak tau harganya berapa, karena kemarin saya nitip sama temen.
  4. Telur.
  5. Butter. Butter beli saja 1 ons, kira-kira harganya Rp 4.000,-
  6. Lalu bahan-bahan untuk topping, seperti: daging cincang, sosis, jamur, bombay, atau paprika.
  7. Bahan-bahan untuk saus, seperti: saus tomat, saus spaghetti (saya beli yang ini karena udah sekalian ada dagingnya, jadi lebih praktis), garam.
  8. Dan…. teflon.

Nah, sekarang How to Make Pizza without Oven yang akan saya bagi ke dalam tiga point penting, yaitu :

– Cara membuat dough (adonan)

Campurkan 250 gram tepung terigu dengan 2~3 sdm gula pasir, dan ragi sekitar 3~4 gram (untuk takaran, saya mohon maaf nggak bisa memberi kepastian takarannya, karena saya menakar dengan modal intuisi saja, berhubung anak kos tidak punya timbangan untuk bahan-bahan kue seperti itu). Aduk sehingga tercampur merata.

Tuangkan air dingin sedikit demi sedikit (lagi, saya nggak bisa memberikan takarannya), sampai adonan bisa menyatu. Tapi jangan sampai terlalu banyak airnya, dirasa-rasa saja.

Pecahkan telur dan masukkan ke dalam adonan. Campur. Lalu tambahkan butter juga, aduk sampai kalis. Uleni adonan kira-kira sampai 2 menit-an, lalu diamkan sebentar sambil ditutupi sesuatu (bisa kain, bahkan plastik).

– Cara menyiapkan toping dan saus.

Sambil menunggu adonan berkembang sempurna, saya mempersiapkan saus dan topping.

Oleskan sedikit butter pada teflon, tumis bawang bombay sampai agak layu. Lalu masukkan topping-topping pilihan, seperti: daging cincang, sosis, jamur, dlsb dan tumis bersama bombay tadi.

Ketika terlihat sudah agak kering, barulah tuangkan 3 sendok makan saus spaghetti, 1 sdk gula, dan 1 sachet saus tomat. Aduk dan tumis sampai merata. Kalau perlu, untuk penyeimbang rasa, tambahkan a pinch of salt.

Angkat dan tiriskan.

– Cara membuat pizza

Oleskan butter di atas teflon, sedikit saja. Ambil adonan pizza tadi. Ratakan di atas teflon. Jangan terlalu tebal, karena dia akan mengembang lagi nanti. Ah, dan jika suka bisa di sisi-sisi pizza diselipi keju. Saya pakai keju mozarella karena teman saya suka keju mozarella.

Hiasi adonan yang sudah diratakan di atas teflon dengan keju mozarella yang sudah diiris menjadi lembaran-lembaran. Lalu tuang dan ratakan campuran saus dan topping tadi di atasnya. Berikan mayonaise kalau perlu, atau tambahkan lagi dengan parutan keju.

Masak dengan api kecil, sekitar 8~20 menit (tapi harus dicek berkala bagian bawahnya).

Alhamdulillaah, pizza ala anak kosan bisa dinikmati. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s