Brownies for Vegan

Setelah postingan sebelumnya agak-agak mellow, menye-menye, dan mostly isinya curhatan yang random banget, maka kali ini saya akan posting sesuatu.

Brownies for Vegan.

Saya mau berbagi pengalaman saya dalam membuat brownies yang cocok buat dimakan oleh siapa saja–yang vegan saja bisa makan, apalagi yang nggak vegan. 

Tapi, tunggu. Apa sih vegan itu?

Vegan, sejauh yang saya tahu, adalah orang yang ogah mengkonsumsi produk hewani dalam bentuk apapun. Mereka nggak makan daging, nggak makan ikan, bahkan… mereka nggak mau pakai jaket dari kulit hewan. Sampai segitunya, ya? Iya, memang sampai segitunya.

Menarik ya kayanya membahas soal vegan dan gaya hidupnya? Saya pribadi sih tertarik banget, in syaa Allah saya akan bikin postingan terpisah untuk membahas soal itu.

Tapi sekarang, saya cuma mau berbagi cerita atau pengalaman saya dalam membuat brownies yang bisa dikonsumsi juga oleh para vegans. Kenapa? Karena brownies ini dibuat tanpa menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hewan, seperti: telur, susu, dan lain sebagainya. Dan.. ah iya, resepnya terinspirasi dari resep Chef Farah Quinn yang saya ulik sedikit supaya gluten free (apalagi ini? Hahaha. Mau makan aja kok repot ya? Iya saya mah gitu orangnya, mau makan tapi poin sehatnya harus tetep dapet :p).

Langsung aja kali ya. Here is the recipe.

Brownies for Vegan

(Gluten Free, No eggs, Not oil-free)

Bahan kering :

  • 200 gram tepung gluten free (saya pakai tepung beras karena yang adanya itu ahaha).
  • 100 gram gula pasir (ini sebenarnya tergantung selera. Di resep Chef Farah Quinn, gula pasirnya 200 gram, cuma saya takut kemanisan, jadi saya coba 100 gram dulu dan Alhamdulillaah di lidah pas).
  • 60 gram tepung cokelat atau cokelat bubuk (ini sebenernya tergantung sih, kalau warnanya kepingin lebih dark dan aroma cokelatnya pengen lebih kuat, bisa ditambah takarannya).
  • 1 sdt vanili.
  • 3/4 sdt baking powder.
  • 1/2 sdt garam (kata Mama, garam ini perlu lho untuk menyeimbangkan rasa dari gula, biar renyah dan pas makan kitanya nggak cepet eneg).

Bahan basah :

  • 240 ml air panas.
  • Sekitar 90 gram minyak goreng (kalau dalam ml, sekitar 100 ml). Sebenernya agak feeling insecure gitu. Kenapa harus pakai minyak. Tapi, mungkin, logika saya, minyak itu berfungsi buat menyatukan adonannya biar jadi padat. Saya belum coba sih, gimana efeknya kalau tanpa minyak. Tapi bayangan saya, adonannya cair, mungkin lebih cocok buat dijadiin crepes daripada bolu. Oh iya, saya pakai minyak gorengnya Chef Juna (nggak boleh sebut merk, haha). Kebetulan kadar kolesterolnya 0 mg, walau tetep ada kandungan lemak jenuhnya. Kalau mau pakai minyak zaitun, kurang cocok, walaupun minyak zaitun bagus buat kesehatan. Menurut saya sih, minyak zaitun lebih pantes dipakai buat menggoreng, menumis, atau buat salad dressings.
  • 2 sdt air perasan lemon atau jeruk nipis.

Cara memasak :

  1. Campur semua bahan kering (tips: yang tepung sama bubuk cokelat diayak terlebih dahulu biar tekstur brownies nya lembut).
  2. Campur semua bahan basah.
  3. Tambahkan campuran bahan basah ke bahan kering (tips: memasukkan bahan basahnya secara perlahan, nggak sekaligus, biar nggak ada yang menggumpal).
  4. Siapkan loyang yang udah diolesin margarin dan kertas roti (karena buat vegans, jadi yang dipakai margarin).
  5. Panaskan oven sampai 180 derajat.
  6. Masukkan adonan ke dalam loyang, lalu masukkan ke dalam oven. Bake selama kurang lebih 30-40 menit. Atau dicek berkala tiap sepuluh menit dengan tusuk gigi.
  7. Setelah dipastikan adonan udah jadi semua, udah padet, keluarkan dari oven dan tunggu sampai dingin.
  8. Brownies for Vegan siap buat dilahap!

Dan, inilah penampakan brownies yang saya buat.

Haha. Please, jangan su’udzon dulu ya. Itu ancurnya bukan karena ada yang salah dengan resepnya kok. Tapi ancurnya karena saya yang nggak sabaran. Baru keluar dari oven, eh langsung dipaksa buat disajiin. Begini deh jadinya hehe. Abis saya penasaran, jadi nggak ya, brownies nya.. hahaha.

Well, unexpectedly, the taste is so good. I really love it. Ainal juga sependapat sama saya. Teksturnya lembut (keren ya, tanpa susu atau telur bisa lembut). Walau emang agak bantet, tapi bukannya brownies itu awalnya produk gagal (karena bantet) yang ternyata enak ya? Wkwk. Kalau soal rasa… mirip banget kaya brownies kukus buatan Mama yang kata orang enak itu.

Hm. Walaupun enak dan lebih sehat dibanding brownies biasa, tapi tetep aja. Makanan begini tuh nggak bisa / nggak boleh dimakan tiap hari atau dimakan dalam jumlah yang banyak. Yah kalau untuk cheating time sehari-dua hari sih oke (dua hari itu udah maksimal banget). Soalnya kalau terlalu banyak mengkonsumsi apa saja yang dibuat dari tepung, bisa meningkatkan kadar trigliserida yang kalau sudah tinggi, bisa beresiko terkena stroke, penyakit jantung (semoga kita semua sehat wal ‘afiat terus, aamiin yaa Allah).

(Bisa juga dilihat ayat ke-24 Surah ‘Abasa, Allah SWT menyuruh kita buat memperhatikan apa yang kita makan).

Silakan dicoba ya (siapapun yang nyasar ke blog ini). Semoga bisa jadi alternatif cemilan ‘kelas berat’ yang lebih sehat buat siapapun yang doyan makan beginian. Hihi.

(Update: Abis makan ini, disarankan banget buat minum air perasan jeruk nipis sekitar 30 menit setelahnya. Biar lemaknya agak dinetralisir ^^).

 

 

Thanks, B.

Advertisements

2 thoughts on “Brownies for Vegan

  1. Udah lama tertarik sama vegan…. tapi sampai sekarang mash susah untuk pindah ke vegan . Karna blm biasa..apalagi kalau udah urusan adat sama tradisi..jadi lupa sama vegan… pas cari tentang masakan vegan jumpa blog ini.. lumayan untuk nambah wawasan… mulai tertarik degan vegan pas 3 tahun lalu nonton youtube tentang penjelasan vegan dari gary yourofsky..

    Like

    1. Susah nggaknya itu sih bergantung sama apa motivasi kita pengen vegan. Saya juga pertama susah banget, sempat dianggap aneh sama orang rumah, pas sekalinya badan drop, langsung dijudge: “Nah itu karena vegan!”
      Tapi, Alhamdulillaah, karena niatan buat bervegan itu untuk memperbaiki gaya hidup, sebagai bentuk rasa syukur juga, Alhamdulillaah banget sekarang udah terbiasa. Orang rumah, udah lebih mau nerima (walau kadang sering juga dipaksa ikutan makan rendanglah, gulailah, kalau lebaran).
      Waah senengnya, sering2 aja berkunjung ya hehe, nanti saya usahain bagi2 resep yang udah saya coba dan berhasil.
      Kalau saya tertarik vegan setelah liat film dokumenter Vegucated, dan itu saya taunya dari aktris Evanna Lynch yang jadi Luna Lovegood di serial Harry Potter 😊

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s